Executive Program: GRCS Remap and Reshape GRC Implementation

GRC Sustainability

Pendahuluan Risiko merupakan konsekuensi dari setiap keputusan stratejik, baik berupa risiko positif maupun risiko negatif. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan yang memadai untuk mengelola risiko, khususnya yang memiliki dampak besar (high impact) terhadap core business. Open Compliance and Ethics Group (OCEG) yang memelopori konsep integrated GRC telah banyak diadopsi dan diterapkan di dalam aktivitas perusahaan di Indonesia. Salah satu tujuan utamanya adalah mengoptimalkan keberlangsungan usaha dalam kondisi lingkungan yang penuh ketidakpastian. Berdasarkan GRC Maturity Survey, dari 506 responden yang berasal dari Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Timur Tengah, Africa, dan Oceania memaparkan fakta bahwa 23% responden masih menjalankan GRC secara silo, dan masih banyak yang belum memiliki tingkat maturitas GRC yang memadai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator menilai bahwa perubahan mendasar dalam tatanan kehidupan dan model bisnis di era digital menuntut perusahaan untuk terus berinovasi mengelola bisnis melalui penerapan mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Manajemen Risiko, Kepatuhan dan memastikan aspek keberlangsungan (sustainability) menjadi bagian yang terintegrasi. Beberapa manfaat utama dari implementasi GRC terintegrasi adalah: 1.

Menurunkan kompleksitas antar lini melalui smoothing approach fungsi bisnis, risiko, kepatuhan, pemantauan dan pengawasan yang mengedepankan efektifitas proses. Memperkuat interkoneksi komunikasi, bukan sekadar konsolidasi. Menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efektifitas kerja.

2. 3.

8

Made with FlippingBook Annual report maker