FIGUR
SCOOTER MAGZ | EDISI 43 2025
mendapat pandangan meragukan karena usia dan gendernya. “Tantangan terbesar saya ada lah merasa tidak cukup percaya diri dan diremehkan karena Wa nita dengan usia yang muda. Namun, saya tidak membalas dengan emosi. Saya memilih menunjukkan hasil kerja nyata dan konsistensi. Saya belajar, bertanya, dan memperbaiki diri terus-menerus. Lambat laun, kepercayaan itu datang dari rekan dan atasan.” kata Rahmi Ia pun mengungkap kunci keseimbangan yang selalu ia pe gang. Hal ini mencerminkan jurus kunci seorang Srikandi PLN dalam menghadapi tantangan dalam menjalankan berbagai peran. “Kuncinya adalah manajemen waktu dan prioritas. Saya belajar mengatakan ‘ya’ pada hal penting dan ‘tidak’ pada hal yang hanya menyita energi tanpa tujuan. Sa ya juga menyadari bahwa men jaga kesehatan mental dan fisik bukanlah kemewahan, tapi ke butuhan, agar bisa terus produk tif.” tutur Rahmi. Keraguan orang terhadap ke mampuan perempuan muda juga sering ia alami, namun itu tidak menghentikannya. “Sering. Tapi saya jadikan itu sebagai batu loncatan, bukan ba tu sandungan. Saya buktikan bah wa perempuan muda pun bisa berpikir strategis, memimpin dan menyumbang ide-ide inovatif. Ketika kita bekerja dengan tulus, profesional, dan penuh tanggung jawab, hasil tidak akan membo hongi proses.” Di balik pencapaiannya, Rah mi selalu kembali pada prinsip se
derhana yang ia pegang. “Kerja cerdas, kerja tulus, hasil tuntas. Saya percaya bahwa niat baik yang dikombinasikan dengan strategi dan ketekunan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hidup bukan soal cepat sampai, tapi soal bertumbuh se tiap hari.” Baginya, menjadi Srikandi di dunia kerja adalah panggilan untuk berkontribusi lebih luas. “Menjadi Srikandi berarti menja di perempuan pemberani, berin tegritas, dan peduli sekitar. Bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tapi juga bagaimana kita mem bawa perubahan positif bagi unit, perusahaan, dan masyarakat.” Sebagai seorang profesional muda, Rahmi punya pesan yang tegas namun membangun. “Ja ngan pernah merasa kecil karena status, usia, atau latar belakang. Kita semua punya potensi. Bera nilah mengambil ruang, jangan takut gagal, dan teruslah belajar. Dunia ini butuh lebih banyak perempuan berani yang siap jadi agen perubahan.” Ketika diminta mendeskripsi kan dirinya dalam tiga kata, Rah mi menjawab dengan mantap. “Visioner – Saya selalu melihat peluang jangka panjang. Tekun – Saya percaya proses dan tidak ce pat menyerah. Disiplin – Bagi sa ya, kedisiplinan dibutuhkan dalam setiap proses kehidupan.” Rahmi adalah contoh nyata bahwa usia muda bukanlah batas an untuk bermimpi besar. Dengan kerja cerdas, kerja tulus, dan ha sil tuntas, ia terus menapaki per jalanan sebagai Srikandi yang menginspirasi. (*)
17
Made with FlippingBook - PDF hosting