41
Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
4.1.1 Penerapan Zero Trust
Penerapan arsitektur Zero Trust merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan sistem informasi terhadap berbagai bentuk ancaman siber yang kompleks dan terus berkembang. Zero Trust tidak lagi mengandalkan perimeter jaringan sebagai pengaman utama, melainkan berfokus pada verifikasi berkelanjutan, kontrol akses berbasis risiko, dan pemisahan hak akses yang ketat. Implementasi Zero Trust dalam lingkungan operasional dapat dilakukan melalui sejumlah kriteria utama berikut:
Pemeriksaan Postur Perangkat ( Device Posture Checking ) 1 Merupakan proses evaluasi kondisi dan status keamanan perangkat sebelum diberikan akses ke jaringan atau sumber daya organisasi. Tujuan dari langkah ini adalah memastikan bahwa hanya perangkat yang memenuhi standar keamanan minimum yang diizinkan untuk berkomunikasi dalam sistem. Adapun parameter yang harus diperiksa minimal meliputi: a. Status pembaruan sistem operasi ( OS Update ): untuk memastikan perangkat tidak memiliki kerentanan yang diketahui. b. Antivirus aktif dan terbarui: untuk mendeteksi serta mencegah potensi malware yang dapat mengancam sistem. Langkah ini secara langsung mendukung prinsip Zero Trust bahwa akses tidak boleh diberikan hanya berdasarkan lokasi jaringan, melainkan berdasarkan trust worthiness perangkat.
Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online