Otoritas Jasa Keuangan
Hal-hal yang dapat dilakukan dalam proses penilaian risiko antara lain:
1. Vulnerability Assessment a. Menetapkan penilaian kerentanan secara berkala. Idealnya, penilaian harus dilakukan setiap triwulan dan ketika ada perubahan signifikan pada infrastruktur, seperti pengkinian sistem, peluncuran layanan baru, atau integrasi perangkat keras atau perangkat lunak baru. b. Menyesuaikan kebijakan atas hasil penilaian kerentanan agar sesuai dengan arsitektur spesifik jaringan dan sistem Penyelenggara ITSK, termasuk mengatur tingkat kedalaman penilaian dan kompleksitas pengujian. 2. Risk Modelling Techniques Menerapkan model penilaian risiko kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi potensi dampak ancaman. Teknik yang dapat digunakan antara lain: a. Menggunakan ISO 27001 sebagai kerangka penilaian ke dalam teknik pemodelan risiko Penyelenggara ITSK. b. Mengintegrasikan pemodelan risiko ke dalam proses pengambilan keputusan bisnis. c. Menggunakan hasil dari pemodelan risiko untuk melakukan penyesuaian kebijakan, peningkatan keamanan, dan perencanaan strategis.
43
Made with FlippingBook - Online magazine maker