Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0

Gambar 2: Alur Kerja Blockchain

Menurut [3], blockchain memiliki empat karakteristik utama. Pertama, desentralisasi ( decentralization ), yaitu transaksi tidak memerlukan pihak ketiga karena validasi dilakukan oleh jaringan melalui mekanisme konsensus. Kedua, persistensi ( persistency ), yaitu transaksi yang telah tervalidasi dan tercatat dalam blockchain sangat sulit diubah atau dihapus sehingga integritas data tetap terjaga. Ketiga, anonimitas ( anonymity ), yaitu pengguna bertransaksi menggunakan alamat digital sehingga identitas asli tidak ditampilkan, meskipun privasi tidak sepenuhnya terjamin. Keempat, auditabilitas ( auditability ), yaitu seluruh

riwayat transaksi tersimpan secara berurutan dan dapat diverifikasi maupun ditelusuri oleh setiap peserta jaringan. 1.1.3 Sejarah Aset Keuangan Digital Termasuk Aset Kripto Perkembangan aset kripto modern diawali oleh gagasan mata uang digital terdesentralisasi. Pada tahun 1998, Nick Szabo mengusulkan konsep Bit Gold , yaitu sistem mata uang digital yang memanfaatkan kriptografi tanpa bergantung pada otoritas pusat [4]. Pada Oktober 2008, Satoshi Nakamoto menerbitkan white paper yang memperkenalkan Bitcoin sebagai sistem

4

Made with FlippingBook - Online catalogs