56
Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
4.1.6 Protokol Autentikasi Berlapis
Dalam rangka memperkuat postur keamanan sistem dan melindungi akun pengguna, khususnya yang memiliki akses administratif atau sensitif, diperlukan implementasi mekanisme autentikasi berlapis ( multi-layered authentication protocol ). Autentikasi yang hanya bergantung pada penggunaan kata sandi tidak lagi mencukupi dalam menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Oleh karena itu, organisasi harus mengadopsi pendekatan yang menggabungkan beberapa lapisan autentikasi guna meningkatkan ketahanan terhadap pencurian identitas, pembobolan akun, dan penyalahgunaan akses. 1. A utentikasi Multi-Faktor ( Multi-Factor Authentication /MFA) a. Implementasi Wajib: • MFA harus diterapkan sebagai persyaratan minimum bagi seluruh akun pengguna, terutama akun dengan hak akses tinggi, administrator sistem, dan akun layanan. • MFA harus diaktifkan secara default dan tidak dapat dinonaktifkan oleh pengguna, baik saat proses registrasi akun maupun saat login ke sistem. TOTP ( Time-Based One-Time Password ): Kode satu kali berbasis waktu yang dihasilkan oleh aplikasi otentikator (misalnya Google Authenticator , Microsoft Authenticator , atau Authy), dengan masa berlaku terbatas dan validasi berbasis sinkronisasi waktu. • Token Fisik ( Hardware Token ): b. Metode MFA yang Direkomendasikan: •
Perangkat autentikasi berbasis fisik seperti smartcard yang mendukung autentikasi berbasis kriptografi publik. Metode ini sangat efektif dalam menghadapi serangan berbasis perangkat lunak seperti keylogger dan phishing .
Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online