82
Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
2. Memastikan sistem SIEM menyediakan analisis dan visualisasi keamanan data secara real-time , sehingga memungkinkan deteksi insiden dengan cepat dan dapat memberikan peringatan kepada tim keamanan melalui email , SMS, atau saluran komunikasi lainnya. b. Lakukan analisis mendalam terhadap log sistem, log aplikasi, dan log jaringan untuk mencari indikasi aktivitas tidak sah, eskalasi hak akses, atau pengiriman data ke lokasi yang mencurigakan. c. D eteksi dapat diperkuat dengan sistem Threat Intelligence Feed yang membantu mengidentifikasi alamat IP berbahaya, domain mencurigakan, atau hash file malware . d. M enentukan cakupan dan dampak dari insiden yang terdeteksi, termasuk mengevaluasi sistem-sistem yang terpengaruh dan memperkirakan potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan. e. M enerapkan protokol respons otomatis untuk ancaman tingkat rendah, seperti memblokir sementara Internet Protocol (IP) address yang mencurigakan f. M elakukan pemeriksaan dan pengkinian secara berkala. Hal yang perlu diperhatikan adalah: 1. Melakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan bahwa semua perangkat keamanan berfungsi dengan benar sesuai dengan definisi dan patch ancaman terkini. 2. Verifikasi bahwa definisi ancaman dan signature pada SIEM atau IDS telah diperbarui. 3. Pengujian false positive/negative untuk meningkatkan akurasi deteksi. g. Memanfaatkan teknologi Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman. Teknologi ini dapat menganalisis data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola samar yang mengindikasikan serangan siber yang canggih.
Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online