2. RANSOMWARE
Modus: Pelaku menginfeksi sistem IT organisasi dengan malware ransomware, yang mengenkripsi data dan menuntut tebusan untuk mengembalikan akses ke data tersebut. Contoh: Pada tahun 2022, Kaseya, perusahaan manajemen perangkat lunak, menjadi korban serangan ransomware yang berdampak pada ribuan bisnis di seluruh dunia. Pelaku menuntut tebusan sebesar $4,5 juta dalam cryptocurrency . Pencegahan: Organisasi dapat mencegah serangan ransomware dengan menerapkan backup data reguler, patch sistem IT secara berkala, dan menggunakan solusi keamanan siber yang dapat mendeteksi dan mencegah malware.
3. SOCIAL NETWORK ENGINEERING
Modus: Pelaku memanipulasi orang di media sosial untuk mengungkapkan informasi sensitif atau mengklik tautan berbahaya yang dapat menginfeksi perangkat mereka dengan malware. Contoh: Pada tahun 2023, scammers menggunakan media sosial untuk meniru identitas perwakilan perusahaan dan meminta pengguna untuk memberikan informasi pribadi atau keuangan. Pencegahan: Pengguna harus berhati-hati terhadap permintaan informasi sensitif di media sosial, memverifikasi identitas pengirim pesan, dan tidak mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal.
4. SERANGAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI):
Modus: Pelaku menggunakan AI untuk membuat email phishing yang lebih meyakinkan, meniru suara manusia dalam panggilan telepon, atau menganalisis data keuangan untuk mengidentifikasi target fraud . Contoh: Pada tahun 2022, deepfake digunakan untuk membuat video yang meniru CEO perusahaan dan meminta karyawan untuk mentransfer uang ke rekening penipuan. Pencegahan: Organisasi harus menggunakan solusi keamanan siber yang dapat mendeteksi dan mencegah serangan AI, dan edukasi karyawan tentang bahaya deepfake dan serangan lainnya yang berbasis AI.
17
Made with FlippingBook Ebook Creator