OJK Beyond Infinity Edisi 6 - Accelerating Digital Economy

Beyond Infinity

d . Per us ahaan Pembiayaan

B erdasarkan data April 202 6 , total penyaluran pembiayaan mencapai Rp15 7 ,20 triliun, tumbuh sebesar 5 6 , 8 0 persen yoy. Pembiayaan terbesar disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp1 3 2,29 triliun atau 8 4,15 persen dari total pembiayaan. (OJK, 202 6 ). Layanan produk pergadaian pun masih di dominasi gadai konvensional, namun kedepannya teknologi informasi menjadi aspek penting untuk dikembangkan. Inovasi digital pada pergadaian diharapkan tidak hanya mempermudah proses transaksi dan pembayaran, namun juga memperkuat keamanan data, meningkatkan transparansi, dan memungkinkan integrasi dengan sistem pengawasan regulator. Terlebih dengan perkembangan nasabah generasi muda merupakan peluang industri pergadaian menawarkan produk relevan yang berbasis teknologi informasi (OJK, 2025). Inovasi digital pada pergadaian diharapkan tidak hanya mempermudah proses transaksi dan pembayaran, namun juga memperkuat keamanan data, meningkatkan transparansi, dan memungkinkan integrasi dengan sistem pengawasan regulator. Terlebih dengan perkembangan nasabah generasi muda merupakan peluang industri pergadaian menawarkan produk relevan yang berbasis teknologi informasi (OJK, 2025).

Perusahaan pembiayaan juga mulai mengembangkan model pembiayaan digital untuk UMKM, termasuk pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) , pembiayaan alat produksi, dan pembiayaan kendaraan usaha. Melalui pemanfaatan teknologi digital, proses persetujuan pembiayaan akan lebih cepat dan biaya operasional dapat ditekan sehingga memperluas akses pembiayaan. B erdasarkan data April 202 6 , piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan tumbuh sebesar 2,0 8 persen yoy atau Rp514, 6 5 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 10, 6 4 persen yoy . Selain itu, dari sisi pembiayaan Buy Now Pay Later ( B NPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 5 6 ,92 persen yoy , atau Rp12,9 3 triliun dengan NP F gross sebesar 2,99 persen. Transformasi digital perusahaan pembiayaan merupakan salah satu enabler penting dalam memperluas akses pembiayaan UMKM. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, proses pembiayaan dapat dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan inklusif, sehingga mampu menjangkau pelaku usaha mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pembiayaan formal.

Dampak Pembiayaan Mikro Digital terhadap Pendanaan UMKM

Sejalan dengan Konsep firm upgrading theory yang menjelaskan bahwa perusahaan di negara berkembang dapat berkembang apabila memperoleh akses terhadap modal, teknologi, pasar, dan peningkatan kapasitas usaha termasuk sektor UMKM (Verhoogen, 2021). Hal ini pun telah menjadi perhatian OJK dan didukung dengan menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM (OJK, 2025). Melalui POJK ini, perusahaan pembiayaan didorong untuk mengembangkan skema pembiayaan yang mudah, tepat, cepat, murah, dan inklusif serta membangun ekosistem digital pembiayaan UMKM yang lebih kuat. Pembiayaan mikro berbasis digital berkontribusi terhadap proses tersebut melalui beberapa mekanisme. Pertama, mempermudah transaksi dan menjangkau masyarakat lebih luas. Proses digitalisasi memungkinkan pengajuan pembiayaan secara automasi, tanpa birokrasi panjang, dan pencairan yang bisa dilakukan waktu yang singkat. Kemudahan ini sangat relevan di tengah generasi wirausaha yang relatif baru melek digital dan memiliki mobilitas tinggi. Terutama pelaku UMKM digital sektor kreatif, kuliner, hingga agritech, yang membutuhkan akses modal cepat untuk memutar roda usaha. Kedua, meningkatkan akses modal usaha sehingga UMKM dapat memperbesar kapasitas produksi. Akses permodalan merupakan satu faktor penting dalam produktivitas UMKM digital, Melalui penyaluran pembiayaan mikro digital membuat masyarakat memiliki alternatif pembiayaan yang meminimalisir faktor-faktor kesulitan tersebut sesuai kebutuhan. Dengan pembiayaan mikro digital menawarkan nominal pinjaman yang lebih kecil dibanding bank sehingga masyarakat dapat meminjam sesuai porsi kebutuhan dan disiplin melunasinya tanpa tergiur angka besar namun menyulitkan pelunasan kedepannya.

c. L embaga Ke u angan Mikro (L KM ) Digital

Pemanfaatan digital Lembaga Keuangan Mikro merupakan salah satu faktor penting dalam memperluas jangkauan pembiayaan bagi UMKM, khususnya usaha mikro yang belum sepenuhnya terlayani oleh lembaga keuangan formal. Terdapat 240 LKM berizin di OJK yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp1 triliun. Dengan porsi pembiayaan LKM tersebut seluruhnya ditujukan kepada segmen UMKM, LKM memiliki posisi strategis dalam mendukung inklusi keuangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital, proses pembiayaan LKM dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit dilayani. LKM memiliki posisi penting karena dekat dengan masyarakat dan memahami karakteristik ekonomi lokal. Dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan LKM 2024 – 202 8 , OJK mendorong transformasi digital LKM melalui digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas teknologi informasi, serta penguatan tata kelola. automasisasi memungkinkan LKM meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas layanan kepada pelaku usaha mikro di wilayah pedesaan maupun daerah terpencil. (OJK, 2025)

22

Beyond Infinity Juni 2026

Made with FlippingBook Digital Proposal Creator