BAGIAN / CHAPTER 3
BAGIAN / CHAPTER 3
In Indonesia, based on data collected by AFTECH from its members in the 2024 Annual Members Survey (Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), 2024), it was found that 38.20% of respondents stated they are planning to raise funds in the near future.
Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AFTECH dari anggotanya di Annual Members Survey 2024 (Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), 2024), mendapati bahwa sebanyak 38,20% responden menyatakan sedang merencanakan untuk menggalang dana dalam waktu dekat.
Gambar 18 : Tahapan Pendanaan Anggota AFTECH Sumber Figure 18 : Funding Stages of AFTECH Members Source
: Sumber: Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024)
: Source: Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024)
46,6%
Pendanaan mandiri
Gambar 17 : Status Kebutuhan Investasi Anggota AFTECH (n=131) Sumber : Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024) Figure 17 : Investment Needs Status of AFTECH Members (n=131) Source : Source: Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024)
6,1%
Pre-seed Stage
16,8%
Seed Stage
7,6%
Series A
6,9%
Series B
3,0%
6,1%
Series C
Tidak mencari investasi No investment is being sought Mencoba untuk mengumpulkan investasi Seeking to secure investment Mengumpulkan investasi yang cukup Raising sufficient investment
19,9%
2,3%
Series D
38,9%
3,8%
IPO
3,8%
Lainnya (Pro IPO, Series E)
Mengumpulkan investasi lebih dari yang dibutuhkan Raising more investment than previously secured
38,2%
Selain itu, pada survey tersebut juga disebutkan bahwa sebagian besar perusahaan fintech di Indonesia masih berada pada tahap awal pendanaan ( bootstrapping 46,60%, pra-seed 6,10%, dan seed stage 16,80%). Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk peningkatan investasi di sektor tersebut. Perusahaan-perusahaan pada tahap ini umumnya memerlukan pendanaan untuk mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan skala bisnis mereka. Sementara itu, perusahaan fintech yang telah mencapai tahap yang lebih matang (Series A hingga Series D) juga memiliki kebutuhan investasi yang signifikan. Mereka memerlukan dana tambahan untuk mempercepat ekspansi, mengembangkan inovasi seperti kecerdasan buatan (AI), serta memenuhi persyaratan regulasi yang semakin ketat.
Additionally, the survey indicated that most fintech companies in Indonesia are still in the early stages of funding (bootstrapping 46.60%, pre-seed 6.10%, and seed stage 16.80%). This highlights a significant potential for increased investment in the sector. Companies at these stages typically require funding to develop products, expand markets, and scale their businesses. Meanwhile, fintech companies that have reached more mature stages (Series A to Series D) also have significant investment needs. They require additional funds to accelerate expansion, develop innovations such as artificial intelligence (AI), and meet increasingly stringent regulatory requirements.
The survey also revealed two primary funding sources for Indonesian fintech startups: venture capital investors (45%) and self-funding (35.9%). These results are noteworthy as they indicate that despite economic challenges, investor interest remains high. However, many startups are also confident in their ability to grow independently.
Survei tersebut juga mengungkap adanya dua sumber utama pendanaan startup Fintech Indonesia: investor modal ventura (45%) dan dana mandiri (35.9%). Hasil ini menarik karena menunjukkan bahwa meski ada tantangan ekonomi, minat investor tetap tinggi, namun banyak juga startup yang percaya diri untuk berkembang sendiri.
Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2024 - 2028
Roadmap for Developing and Strenghthening Financial Sector Technology Innovation, Digital Financial Asset, and Crypto Asset 2024 - 2028
52
53
Made with FlippingBook Digital Proposal Creator