Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0

menciptakan persepsi bahwa aset dasar pasti bernilai, pasti likuid, atau pasti memberikan keuntungan. Dari sisi pengawasan, tokenisasi RWA perlu memperhatikan kejelasan status hukum token, aset dasar yang direpresentasikan, pihak penerbit, pihak kustodian, mekanisme valuasi, keterbukaan informasi, audit, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Apabila tokenisasi berkaitan dengan penghimpunan dana, penawaran investasi, atau klaim atas aset tertentu, maka diperlukan pengaturan dan pengawasan yang memadai agar tidak merugikan konsumen dan tidak menimbulkan risiko terhadap integritas pasar. Sebagai wujud nyata dari pelaksanaan ruang uji coba ( Regulatory Sandbox ) tersebut, Otoritas Jasa Keuangan telah menetapkan status kelulusan bagi beberapa penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang mengusung model bisnis pemanfaatan teknologi blockchain untuk Real World Asset (RWA) atau tokenisasi aset. Perlu ditegaskan bahwa pemberian status Lulus ini semata- mata merupakan hasil evaluasi ruang uji coba ( sandbox ), dan tidak dapat dimaknai sebagai pemberian izin usaha operasional maupun rekomendasi investasi kepada publik. Beberapa capaian kelulusan sandbox tersebut meliputi:

Inovasi ini pada dasarnya mengubah bukti kepemilikan emas fisik menjadi token digital. Tujuannya adalah mempermudah pencatatan dan proses transaksi perpindahan tangan menggunakan teknologi blockchain . Perlu dipahami bahwa sistem ini murni hanya berfungsi sebagai alat pencatatan administrasi. Inovasi ini tidak memberikan jaminan apa pun terhadap naik-turunnya harga emas itu sendiri, maupun jaminan bahwa emas digital tersebut pasti selalu mudah diuangkan di pasar. 2. Kustodian Aset Kripto Inovasi ini berfokus pada penyediaan infrastruktur penitipan dan administrasi aset kripto pihak ketiga. Model bisnis ini menitikberatkan pada penerapan kerangka pengamanan private key dan pengelolaan dompet digital ( wallet ) sebagai upaya operasional penyelenggara dalam memitigasi risiko peretasan, di mana profil risiko atas aset itu sendiri tetap sepenuhnya melekat pada pemilik aset. 3. Manajemen Dana Aset Kripto Model bisnis ini mencakup kegiatan administratif pengalokasian dan pengelolaan portofolio yang secara spesifik ditujukan pada aset digital dan kripto. Inovasi ini memfasilitasi pendelegasian operasional dari pemilik dana kepada penyelenggara sistem,

1. Tokenisasi Komoditas Emas

78

Made with FlippingBook - Online catalogs