58
Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
3. Autentikasi Adaptif ( Adaptive Authentication ) a. Penilaian Risiko Kontekstual:
Gunakan sistem risk-based authentication berbasis kecerdasan buatan (AI) atau machine learning yang secara dinamis menilai tingkat risiko setiap permintaan login berdasarkan: • Geolokasi dan zona waktu pengguna. • Device fingerprinting (jenis perangkat, OS, browser ). • Reputasi IP dan aktivitas login sebelumnya. • Pola perilaku pengguna ( behavioral biometrics ). b. Tindakan Verifikasi Tambahan: • Sistem harus mampu melakukan inisiasi autentikasi tambahan apabila terdeteksi anomali atau peningkatan risiko, misalnya: a. Login dari perangkat baru. b. Percobaan masuk dari negara atau IP yang mencurigakan. c. Perubahan mendadak dalam pola login pengguna. • Autentikasi tambahan dapat berupa verifikasi OTP tambahan, verifikasi biometrik ulang, atau approval dari aplikasi mobile resmi. c. Deteksi dan Pembelajaran Fraud : • Algoritma autentikasi harus diintegrasikan dengan modul fraud detection yang terus diperbarui berdasarkan temuan dari insiden sebelumnya dan informasi intelijen ancaman. • Sistem harus mampu menyesuaikan respon terhadap tren baru seperti credential stuffing , session hijacking , dan phishing berbasis s ocial engineering .
Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online