Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuan…

65

Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia

4.1.8 Secure Coding

Pengembangan perangkat lunak yang aman ( secure coding ) merupakan pondasi utama dalam membangun sistem informasi yang tangguh terhadap serangan siber. Secure coding mengacu pada praktik pengembangan perangkat lunak yang secara sistematis memperhitungkan aspek keamanan sejak tahap perancangan hingga implementasi dan pemeliharaan aplikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah berbagai jenis kerentanan yang umum dieksploitasi oleh penyerang, seperti injection, buffer overflow, cross-site scripting (XSS), insecure deserialization, maupun improper authentication . Dalam konteks penguatan postur keamanan aplikasi, penerapan secure coding tidak dapat dipisahkan dari proses pengujian keamanan aplikasi secara terstruktur. Dua pendekatan utama yang saling melengkapi dalam hal ini adalah: 1. Static Application Security Testing (SAST) Merupakan metode pengujian keamanan yang dilakukan secara statis terhadap kode sumber, sebelum aplikasi dijalankan. SAST memungkinkan analisis mendalam terhadap source code atau bytecode guna mengidentifikasi potensi kerentanan keamanan, seperti input yang tidak tervalidasi, penggunaan fungsi yang tidak aman, atau pengelolaan autentikasi yang tidak tepat. SAST sangat efektif diterapkan pada tahap awal pengembangan karena: a. Memberikan umpan balik dini ( early feedback ) kepada pengembang 9 , b. Menekan biaya perbaikan kerentanan sejak dini ( shift- left security ), c. Memastikan kesesuaian terhadap standar coding yang telah ditetapkan.

9 EC-Council. (2024). Application Security Testing: A Comprehensive Guide to SAST and DAST.

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online