66
Pedoman Keamanan Siber Penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital di Indonesia
2. Dynamic Application Security Testing (DAST) Merupakan pendekatan pengujian terhadap aplikasi yang sudah berjalan ( running state ), dengan mensimulasikan interaksi eksternal layaknya pengguna atau penyerang ( black-box testing ). DAST berguna untuk: a. Mengidentifikasi celah keamanan yang muncul dari interaksi nyata aplikasi dengan lingkungan operasional, b. Menemukan kerentanan yang tidak terdeteksi oleh SAST, seperti konfigurasi runtime yang lemah, kesalahan manajemen sesi, atau endpoint yang rentan, c. Mengurangi false positive , karena hanya menunjukkan kerentanan yang benar-benar dapat dieksploitasi dari sisi pengguna 10 . Untuk meningkatkan efektivitas proses ini, SAST dan DAST sebaiknya diintegrasikan dalam pipeline CI/CD ( Continuous Integration/Continuous Deployment ) guna mendukung deteksi otomatis, pemantauan berkelanjutan, dan koreksi cepat terhadap isu keamanan. Selain itu, Penyelenggara harus: • Menerapkan secure coding standard yang sesuai, seperti OWASP Secure Coding Practices atau SEI CERT Coding Standards , • Menyediakan pelatihan berkala bagi pengembang mengenai praktik terbaik pengembangan perangkat lunak yang aman, • Melakukan peninjauan kode ( code review ) secara berlapis, termasuk peer review dan audit keamanan independen, • Menetapkan kebijakan penanganan kerentanan aplikasi ( vulnerability management ) yang mencakup prosedur prioritas penanganan kerentanan, penilaian risiko, dan timeline perbaikan yang jelas.
10 JetBrains TeamCity. (2025). SAST vs DAST: Differences and When to Use.
Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online