OJK Beyond Infinity Edisi 6 - Accelerating Digital Economy

Kesimpulan

Pernyataan Penggunaan AI:

Dalam proses penyusunan artikel ini, penulis menggunakan perangkat kecerdasan artifisial generatif untuk membantu penyuntingan bahasa, penyempurnaan struktur penulisan, dan eksplorasi literatur. Seluruh analisis, argumentasi, interpretasi, pemilihan referensi, serta rekomendasi kebijakan telah ditinjau dan diverifikasi oleh penulis, sehingga menjadi tanggung jawab penuh penulis.

Akselerasi membutuhkan keseimbangan antara keberanian berinovasi dan disiplin dalam mengelola risiko. AI dan perbankan digital dapat memperluas efisiensi, inklusi, dan daya saing. Namun, pada saat yang sama, keduanya juga menghadirkan risiko siber, risiko AI, dan risiko pihak ketiga yang menuntut tata kelola serta transparansi yang lebih kuat. Perbankan Indonesia telah memiliki kerangka manajemen risiko dan teknologi informasi yang cukup komprehensif, termasuk pedoman tata kelola AI. Namun demikian, risiko AI belum ditempatkan sebagai kategori risiko yang mengikat secara tersendiri, sementara kualitas pengungkapan risiko digital masih perlu diperkuat agar disiplin pasar dapat bekerja lebih efektif. ekonomi digital Indonesia Peta jalan untuk penerapan kebijakan AI yang dapat memperkuat resiliensi bank diusulkan secara bertahap dan proporsional. Pada jangka pendek, fokus diarahkan pada standar minimum tata kelola dan pengungkapan. Pada jangka menengah, perhatian bergeser pada pengujian resiliensi siber. Dalam jangka panjang, kebutuhan utamanya adalah membangun kerangka risiko AI yang lebih mengikat dan memperkuat pengawasan berbasis AI. Dengan demikian, tata kelola AI tidak semata-mata menjadi instrumen kepatuhan. Ia juga menjadi fondasi kepercayaan publik agar ekonomi digital Indonesia dapat tumbuh secara lebih inklusif, kompetitif, dan resilien.

Referensi

Badan Siber dan Sandi Negara. (2024). Lanskap Keamanan Siber Indonesia 2024. Bank Indonesia. (2024). Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Digital Triwulan III 2024. Bank Indonesia. (2025). Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Digital Triwulan III 2025. Basel Committee on Banking Supervision. (2021). Principles for Operational Resilience. Bussmann, N., Giudici, P., Marinelli, D., & Papenbrock, J. (2021). Explainable Machine Learning in Credit Risk Management. Computational Economics, 57(1), 203–216. https:// doi.org/10.1007/s10614-020-10042-0 Citigroup. (2024). AI in Finance: Bot, Bank & Beyond. https://www.citigroup.com/global/ insights/citigps European Union. (2024). Regulation (EU) 2024/1689 of the European Parliament and of the Council Laying Down Harmonised Rules on Artificial Intelligence (Artificial Intelligence Act). Financial Stability Board. (2023). Enhancing Third-Party Risk Management and Oversight: A Toolkit for Financial Institutions and Financial Authorities. Financial Stability Board. (2024). The Financial Stability Implications of Artificial Intelligence. https://www.fsb.org/2024/11/the-financial-stability-implications-of- artificial-intelligence/ Financial Stability Board. (2025). Monitoring Adoption of Artificial Intelligence and Related Vulnerabilities in the Financial Sector. Google, Temasek, Bain & Company. (2024). e-Conomy SEA 2024: Profit and Beyond. https:// www.bain.com/insights/e-conomy-sea-2024/ Google, Temasek, Bain & Company. (2025). e-Conomy SEA 2025. Grassa, R., Moumen, N., & Hussainey, K. (2021). What Drives Risk Disclosure in Islamic and Conventional Banks? An International Comparison. International Journal of Finance & Economics, 26(4), 6338–6361. https://doi.org/10.1002/ijfe.2122 Healy, P. M., & Palepu, K. G. (2001). Information Asymmetry, Corporate Disclosure, and Capital Markets. Journal of Accounting and Economics, 31(1–3), 405–440. HM Government. (2023). A Pro-Innovation Approach to AI Regulation. https://www.gov.uk/ government/publications/ai-regulation-a-pro-innovation-approach International Monetary Fund. (2024). Global Financial Stability Report, April 2024: The Last Mile—Financial Vulnerabilities and Risks. In Cyber Risk: A Growing Concern for Macrofinancial Stability. International Monetary Fund. Monetary Authority of Singapore. (2018). Principles to Promote Fairness, Ethics, Accountability and Transparency (FEAT) in the Use of Artificial Intelligence and Data Analytics in Singapore’s Financial Sector. https://www.mas.gov.sg/publications/ monographs-or-information-paper/2018/feat Mukhibad, H., Jayanto, P. Y., Suryarini, T., & Hapsoro, B. B. (2022). Corporate Governance and Islamic Bank Accountability Based on Disclosure—A Study on Islamic Banks in

Indonesia. Cogent Business & Management, 9(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2022.2080151

National Institute of Standards and Technology. (2023). Artificial Intelligence Risk Management Framework (AI RMF 1.0). https://doi.org/10.6028/NIST.AI.100-1 Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan. Otoritas Jasa Keuangan. (2022a). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/ POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. (2022b). Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/ SEOJK.03/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber bagi Bank Umum. Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia. World Bank. (2025). The Global Findex Database 2025: Connectivity and Financial Inclusion in the Digital Economy. https://www.worldbank.org/en/publication/globalfindex

11

Beyond Infinity Juni 2026

Made with FlippingBook Digital Proposal Creator