OJK Beyond Infinity Edisi 6 - Accelerating Digital Economy

Beyond Infinity

Di sisi lain, asesmen terhadap resiliensi siber yang dilengkapi pengujian berbasis ancaman dapat memberi gambaran kesiapan bank secara berkala. Pemetaan konsentrasi dan ketergantungan pada penyedia jasa kritikal juga perlu diperkuat, bersama dengan pelaporan insiden yang lebih jelas dan konsisten. Langkah ini penting untuk mengantisipasi titik kegagalan tunggal yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan (Financial Stability Board, 2023). Rekomendasi Kebijakan Jangka Panjang Dalam jangka panjang, risiko AI sebaiknya diarahkan pada kategori risiko tersendiri atau dimensi risiko lintas sektor di dalam kerangka manajemen risiko prudensial dan dilengkapi dengan kewajiban pengungkapan yang baku. Pendekatan ini menyelaraskan praktik Indonesia dengan arah global yang menjadikan tata kelola AI bersifat mengikat dan terdokumentasi (European Union, 2024). Sejalan dengan itu, kapasitas pengawasan berbasis AI (SupTech) perlu dibangun agar otoritas dapat memantau adopsi AI dan kerentanannya secara dini serta menutup kesenjangan data (Financial Stability Board, 2025).

Peta Jalan Kebijakan Tata Kelola Risiko AI

Horizon Agenda

Instrumen

Output yang Diharapkan

Kebijakan

Jangka pendek

Standar minimum tata kelola AI

Inventaris AI, validasi model, pengungkapan penggunaan AI

Bank mengetahui model AI yang digunakan dan risikonya Bank mampu mengukur dampak gangguan digital R isiko AI masuk dalam arsitektur pengawasan prudensial

Jangka menengah

Pengujian resiliensi siber

Cyber stress test, threat-led testing, pemetaan pihak ketiga P O J K/ SE O J K khusus risiko AI, SupTech, pengungkapan risiko digital terstandar

Jangka panjang

K erangka risiko AI yang mengikat

Sumber : diolah penulis dengan merujuk N ational Institute of Standards and Technology (2023), Basel C ommittee on Banking Supervision (202 1 ), dan Financial Stability Board (2025).

10

Beyond Infinity Juni 2026

Made with FlippingBook Digital Proposal Creator