OJK Beyond Infinity Edisi 6 - Accelerating Digital Economy

Beyond Infinity

Pembiayaan Mikro Berbasis Digital: Perkuat Ekosistem UMKM Digital

Oleh Annisa Ika Rahmawati (Departemen Pengawasan Keuangan Lembaga Mikro dan J asa Keuangan Lainnya)

“Digital transformation is a fundamental reality for businesses today.”

Perkembangan T ingkat Penetrasi I nternet d i I n d onesia (2016-2023)

Bill Clinton

L atar Belakang

Transformasi digital telah menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi dalam dua dekade terakhir ini. Transformasi digital berkembang pesat seiring meningkatnya penetrasi internet, penggunaan smartphone, serta adopsi teknologi dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Data menunjukkan kenaikan penetrasi internet di Indonesia bergerak cukup signifikan dari tahun ke tahun maupun lintas dekade. Pada tahun 2023 penetrasi internet mengalami kenaikan dari 66,25% ke 78,19% dibanding tahun 2016 sebesar 51,80% (Indef, 2024).

Sumber : Indef, 2024

Digitalisasi ekonomi yang bergerak progresif tersebut juga berdampak pada sektor perdagangan termasuk UMKM. Secara tidak langsung pelaku sektor UMKM berpindah fisik ke digital. Pelaku UMKM mulai melakukan penjualan melalui online karena selain mengikuti perkembangan pasar juga pemanfaatan digital dinilai lebih praktis, menekan biaya promosi, hemat biaya operasional, tanpa memiliki bangunan atau sewa toko cukup berjualan dari rumah. Menurut OECD, ekonomi digital mencakup semua aktivitas ekonomi yang bergantung pada atau berkaitan dengan pemanfataan digital termasuk teknologi digital, infrastruktur digital, layanan digital, dan data. (OECD, 2024) Dalam lingkup UMKM artinya aktivitas ekonomi digital dalam kategori sektor UMKM. Tentunya kontribusi UMKM digital juga merupakan pendorong sektor UMKM dalam perekonomian Indonesia. Data menyebutkan terdapat 66 juta unit UMKM di Indonesia yang berkontribusi terhadap 61% PDB atau senilai 9.580 Triliun Rupiah. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor UMKM sebesar 117 juta atau 97% total tenaga kerja nasional di Indonesia (Kadin, 2026). Perkembangan ekonomi digital khususnya di sektor UMKM yang pesat ini tentunya perlu didukung oleh instrument pembiayaan yang memadai. Namun di sisi lain, UMKM di Indonesia masih memiliki tantangan yang masih dihadapi yaitu keterbatasan akses pembiayaan formal. Data menunjukkan masih terdapat kesenjangan pembiayaan (financing gap) yang cukup signifikan pada sektor UMKM. Banyak pelaku UMKM baik secara umum maupun digital yang masih berada dalam kategori unbankable atau underbanked karena tidak mendapat penyaluran pembiayaan diri Lembaga konvensional. Dengan alasan keterbatasan agunan, riwayat kredit, maupun dokumentasi usaha, dan nilai pinjaman yang relatif tinggi.

Perkembangan T ingkat Penetrasi I nternet d i I n d onesia (2016-2023)

Sumber : Indef, 2024

Pertumbuhan digital yang signifikan tersebut turut menciptakan peluang ekonomi. Dimulai dari bermunculannya e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, Shoppee dan lainnya yang sebagai wadah belanja online. Disusul dengan munculnya inovasi transportasi online seperti gojek dan grab yang merambah ke fasilitas pelayanan lainnya seperti pemesanan tiket, belanja kebutuhan pokok, dan jasa lainnya. Ditambah periode Pandemi COVID-19 yang memaksa masyarakat melakukan aktivitas secara virtual. Nilai digital ekonomi Indonesia pun mengalami peningkatan secara bertahap, bahkan melesat cukup signifikan. Dari angka sebesar 63 Miliar USD pada tahun 2025, meningkat sampai 210 hingga 360 Miliar USD pada 2030. Di lingkup Asia Tenggara pun Indonesia Indonesia pun memimpin dengan nilai transaksi tertinggi (Indef, 2024).

20

Beyond Infinity Juni 2026

Made with FlippingBook Digital Proposal Creator