BAGIAN / CHAPTER 3
BAGIAN / CHAPTER 3
USD 28 billion, resulting in the theft or compromise of billions of records. However, the aggregate direct and indirect costs of these incidents are likely considerably higher. The International Monetary Fund (IMF) identifies numerous factors contributing to the escalating prevalence of cyber incidents. The rapid expansion of digital connectivity, coupled with increasing technological dependence and financial innovation, has heightened the likelihood of cyber risks. The financial sector is particularly susceptible to such threats. Approximately one- fifth of all reported cyber incidents over the past two decades have targeted the financial industry,
USD 28 miliar, dan mengakibatkan terjadinya pencurian miliaran data. Namun demikian, agregat kerugian langsung dan tidak langsung dari insiden ini kemungkinan jauh lebih tinggi. (IMF) mengidentifikasi banyak faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian insiden The International Monetary Fund siber. Ekspansi konektivitas digital yang terjadi dengan cepat, ditambah dengan meningkatnya ketergantungan atas pemanfaatan teknologi dan inovasi keuangan, semakin meningkatkan kemungkinan risiko siber. Sektor keuangan sangat rentan terhadap ancaman tersebut. Sekitar seperlima dari seluruh insiden siber yang Gambar 32 : Angka Insiden Siber Global Sumber : International Monetary Fund (2024) Figure 32s : Global Number of Cyber Incidents Source : International Monetary Fund (2024)
3.6 Penguatan Kerangka Keamanan Siber
3.6 Strengthening Cyber Security Framework
18,000
3,000
16,000
Perlindungan data dan pencegahan serangan siber merupakan hal yang sangat penting di sektor keuangan. Pada tahun 2023, industri keuangan mengalami ancaman siber yang signifikan, diantaranya serangan berupa ransomware, Distributed Denial-of-Service (DDoS), dan pelanggaran keamanan data. Insiden ini tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial yang besar tetapi juga menimbulkan risiko serius terhadap pelindungan konsumen dan stabilitas keuangan. Insiden siber terus meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir, dengan peningkatan yang sangat tajam sejak tahun 2020. Khususnya, insiden serangan siber, seperti pemerasan secara siber dan pencurian data yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode sebelum pandemi COVID-19. Insiden ini mengakibatkan kerugian keuangan yang cukup besar pada perusahaan. Sejak tahun 2020, kerugian langsung akibat serangan siber mencapai sekitar
Data protection and cybersecurity are paramount in the financial sector. In 2023, the financial industry experienced significant cyber threats, including ransomware attacks, distributed denial of service (DDoS) attacks and data breaches. These incidents not only resulted in significant financial losses, but also posed serious risks to consumer protection and financial stability.
2,400
14,000
12,000
1,800
10,000
8,000
1,200
6,000
Cyber-related become significantly more prevalent over the past two decades, with a particularly sharp increase since 2020. Notably, the incidence of malicious cyberattacks, such as cyber extortion and data breaches, has nearly doubled compared to the pre-COVID-19 pandemic period. These incidents impose substantial financial burdens on organizations. Since 2020, reported direct losses from cyberattacks have totalled approximately incidents have
4,000
600
2,000
0
0
Nonmalicious: others
Malicious: others
Data: unintentional disclosure
Cyberattacks according to CISSM (right scale)
Phishing, spoofing, and social engineering
Network/website disruption Cyber extortion Data: malicious breach
Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2024 - 2028
Roadmap for Developing and Strenghthening Financial Sector Technology Innovation, Digital Financial Asset, and Crypto Asset 2024 - 2028
80
81
Made with FlippingBook Digital Proposal Creator