Beyond Infinity
What’s next after QRIS ? Belajar dari Silicon Valley untuk Ekonomi Digital Indonesia Naik Kelas
O leh Eringga Irfiana (Bank Mandiri & Columbia University )
Bisa diakui, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan salah satu penemuan terbaik untuk meningkatkan digitalisasi ekonomi Masyarakat Indonesia yang hidup dalam banyak fragmen, termasuk di antaranya kesenjangan ekonomi, geografi, dan infrastruktur. QRIS mudah diakses dengan berbagai macam gadget, terintegrasi dengan seluruh penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan tanpa ada minimal transaksi. Menurut data dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), hingga Maret 2026, Jumlah pengguna QRIS mencapai 62 Juta orang atau meningkat 8,7% dari Semester I 2025 yang baru mencapai 57 Juta pengguna. Perkembangan pesat QRIS membuat perusahaan raksasa pembayaran seperti Visa dan Mastercard panik, hingga pada pidatonya di bulan April 2025, Donald Trump menyatakan keluhan atas keberhasilan QRIS dalam memperkuat transaksi digital domestik membuat Amerika Serikat rugi. Keluhan ini sempat menjadi ancaman karena Indonesia dikenakan tarif resiprokal untuk perdagangan bilateral dengan AS. Namun untuk menjaga kedaulatan digital ekonomi, seluruh pihak tetap harus berupaya untuk mendukung QRIS dan GPN sebagai pemersatu Indonesia. Untuk menilai kematangan Ekonomi Digital suatu negara, Bank Dunia menggunakan kerangka yang terdiri dari 5 pilar yaitu : Digital Platforms, Digital Skills & Literacy, Digital Business, Digital Financial Services, Digital Infrastructure. Secara detail jika dianalisis menggunakan data ekonomi Indonesia diperoleh insight sebagai berikut.
Menurut 2024 yang diterbitkan oleh BPS pada 29 Agustus 2025; 72,78 % penduduk Indonesia telah mengakses Internet dari sebelumnya 69,21% di tahun 2023. Hal ini sejalan dengan peningkatan kepemilikan telepon seluler tahun 2024 yang tercatat mencapai 68,85% dari populasi. Namun Statistik Komunikasi Indonesia produktivitas penggunaan internet masih rendah karena 85% pengguna internet di Indonesia masih menggunakan internet untuk mengakses hiburan dan entertainment, sedangkan untuk pembelajaran online, pembuatan konten digital dan penjualan barang dan jasa masih dibawah 10%.
A. D i g ital S kills & L itera cy
Salah satu indikator untuk mengukur Literasi dan ketrampilan digital Masyarakat Indonesia adalah Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). Pada O ktober 2025, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI) mengumumkan kenaikan skor IMDI menjadi 44,53 poin ( meningkat 1,19 poin Y o Y ). Pengukuran ini meliputi empat pilar utama yang diadopsi dari G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy, yaitu Infrastruktur dan Ekosistem, Keterampilan Digital, Pemberdayaan, serta Pekerjaan.
D i g ital I n f rastru c ture
Persentase penduduk yang mengakses internet menurut tujuan mengakses internet 2024
H i bur a n/ Ent e rt ai nm e nt
85,2 9 %
Media Sosia/Social Media
77,57%
Mendapatkan Informasi/Berita/Getting Information/News
77,50%
P e mb e l ia n b a r a ng/j asa /G e tt i ng Inf o rm a t io n o f g ood s a n d s e v ice s
25,85%
P e mb e l ia n b a r a ng/j asa /Pur c h a s i ng g ood s / s e rv ice s
2 3 ,00%
P e ng i r i m a n a t a u p e n e r i m aa n e m ai l/Sending or receiving email
1 2,8 9 %
S CAN
Fasilitas Finansial/Financial Facilities
11 ,57%
P e mb e l a j a r a n Onl i n e/on l ine l earning
9 , 96 %
60%
P e mbu a t a n k o nt e n di g i t a l/D igita l c ontent c reation
7, 1 2%
P e nju a l a n b a r a ng/j asa /Selling goods/services
5, 16 %
L ai nny a /Others
5, 16 %
B e k e rj a da r i rum a h / W or k f ro m h o m e
1 , 6 0%
Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Sosial Ekonomi Nasional 16 Beyond Infinity Juni 2026
Made with FlippingBook Digital Proposal Creator