B . Digital B usiness
D. Digital Platform
Menurut Analisa Google, Temasek dan Bain & Company 2025, Bisnis Digital di Indonesia yang diukur menggunakan Gross Merchandise Value (GMV) atau nilai bruto transaksi barang atau jasa melalui platform online pada tahun 2025 mencapai $ 99 Billion atau mencapai lebih dari 1.800 Triliun Rupiah ( meningkat 14 % YoY). Nilai fantastis ini dihitung dari total penjualan dari platform penyedia Online Travel, E- commerce, Aplikasi penyedia jasa transportasi dan pengiriman makanan, serta online media. Lebih jauh berdasarkan Analisa Google, angka ini menunjukkan bahwa kemampuan daya beli Masyarakat Indonesia membaik dari tahun sebelumnya terutama karena adanya stimulus dari Bank Indonesia berupa pemotongan suku bunga sejak periode September 2024 dan pertumbuhan konten video iklan digital.
Dalam kerangka Bank Dunia, Digital Platform mencakup platform penyedia produk dan layanan melalui kanal digital yang dioperasikan oleh pemerintah maupun swasta. Hasil evaluasi Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang disampaikan di awal tahun 2025 terhadap 615 instansi pemerintahan, menyatakan indeks sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Indonesia meraih skala 3,12 dari 5 dan masuk kategori Baik. Hal ini menempatkan Indonesia diperingkat 64 dari 193 negara dalam UN E-Government Survey 2024. Kedepannya pemerintah berupaya meningkatkan indeks dengan melakukan integrasi sistem pemerintahan melalui platform INA Digital yang diluncurkan pada bulan Mei 2024. Pembelajaran dari Silicon Valley untuk Meningkatkan Produktivitas Ekonomi Digital Indonesia Pada tahun 1940, di Tengah Kawasan agrikultur subur di California, seorang Dekan dari Standord University Engineering, Frederick Terman, memotivasi mahasiswanya untuk merintis usaha dan mendirikan Perusahaan daripada bermigrasi ke Kawasan Pantai Timur Amerika Serikat (New York, New Jersey, Chicago, Massachusetts, dan lain-lain) yang saat itu lebih maju secara ekonomi dan infrastruktur dibandingkan dengan wilayah pesisir Pantai Barat. Silicon Valley terletak di daerah Selatan San Fransisco Bay, California Utara. Lingkungan akademis kental meliputi Kawasan ini karena dikelilingi oleh Universitas kelas dunia seperti Stanford, Barkeley, Carnegie Mellon, dan sebagainya. Upaya Frederick Terman berhasil mengubah wajah Silicon Valley dari semula kawasan akademis dan agrikultur menjadi tempat lahir raksasa teknologi dunia, ditandai dengan berdirinya Hewlett-Packard (HP) pada tahun 1940 dan berkembang hingga sekarang. Transformasi Silicon Valley dimulai dari era semi konduktor, era awal mula computer pribadi, serta era internet dan social media hingga kini. Beliaupun kemudian diberikan gelar sebagai ‘Father of Sillicon Valley’. Kisah tentang Frederick Terman rasanya kalah popular dibandingkan kisah drop – out Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Padahal beliau adalah perintis sesungguhnya ekosistem digital yang berdampak global hingga saat ini. Belajar dari transformasi Sillicon Valley dengan berpijak pada capaian Indonesia sesuai data diatas, terdapat tiga hal yang dapat dilakukan bersama.
C . Digital F inancial Services
Berdasarkan Monetary Policy Report Bank Indonesia Q uarter IV 2025, pertumbuhan digital ekonomi dan transaksi finansial digital menguat karena didukung oleh keandalan dan keamanan system pembayaran. Beberapa Indikator yang digunakan dalam mengukur penguatan ini adalah pertumbuhan transaksi uang elektronik sebesar 44,98 % YoY, pertumbuhan transaksi Kartu Kredit sebesar 10,85 % YoY, pertumbuhan transaksi Digital Banking sebesar 12,10 % YoY dan pertumbuhan signifikan transaksi Q RIS yang mencapai 139,99 % YoY.
1 . Perkuat Sinergi U niversitas , Industri dan Investor
Milyader Sillicon Valley banyak berasal dari lulusan kampus di California, salah satunya Jensen Huang (CEO NVIDIA) yang merupakan lulusan Magister Teknik Elektro dari Stanford University dan menerima gelar Doktor Kerhormatan dari Universitas Carneige Mellon. Dalam pidatonya di acara Upacara Kelulusan ke 128 Universitas Carneige Mellon university pada 10 Mei 2026, Jensen Huang menekankan bahwa di era kecerdasan buatan sekarang ini, kecerdasan buatan berperan sebagai penyeimbang karena semua orang dapat langsung menuliskan instruksi kepada kecerdasan buatan untuk membuat program atau produk baru. Sehingga semua orang berada di garis ‘start’ yang sama.
17
Beyond Infinity Juni 2026
Made with FlippingBook Digital Proposal Creator