BAGIAN / CHAPTER 1
BAGIAN / CHAPTER 1
starting to invest and perform transactions using crypto assets. The adoption of AI technology in the financial services is also increasing, allowing service providers to offer more personalized and efficient solutions. Moreover, the integration of ESG (Environmental, Social, and Governance) principles into business practices has become regulators’ primary focus, emphasizing sustainability and social responsibility in the financial sector industry. In this regard, OJK encourages the growth of innovation in sustainable finance or ESG in general, including in FSTI sector. It can be concluded that the IAKD sector presents both opportunities and new challenges within the Indonesian financial sector. One notable challenge faced by the IAKD sector is cybersecurity, as evident from the results of the AFTECH Annual Members Survey 2024. AFTECH identified several types of cyber breaches experienced by service providers in the IAKD sector, including phishing attacks reported by 33.6% of respondents, malware (12.9%), hacking (6.8%), botnets (4.5%), and other types.
lembaga yang mulai berinvestasi dan melakukan transaksi menggunakan aset kripto. Penerapan teknologi AI dalam layanan keuangan juga semakin meningkat, memungkinkan penyedia layanan untuk menawarkan solusi yang lebih personal dan efisien. Selain itu, integrasi prinsip ESG ( Environmental, Social, and Governance / Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) ke dalam praktik bisnis telah menjadi fokus utama regulator, yang menekankan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam industri sektor keuangan. Terkait hal tersebut, OJK mendorong tumbuhnya inovasi dalam keuangan berkelanjutan atau ESG secara umum, termasuk dalam di sektor ITSK. Dapat disimpulkan bahwa sektor IAKD menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru di sektor keuangan Indonesia. Salah satu contoh tantangan yang terjadi di sektor IAKD adalah keamanan siber, seperti yang tergambar dari hasil AFTECH Annual Members Survey 2024. AFTECH mengidentifikasi beberapa jenis pelanggaran di ruang siber yang dialami oleh Penyelenggara di sektor IAKD diantaranya 33,6% responden menyatakan pernah mengalami serangan siber berjenis Phising , Malware (12,9%), Hacking (6,8%), Botnet (4,5%), dan jenis lainnya.
Cyberattacks have become an inevitable part of doing business, making them a highly probable and unavoidable occurrence. Consequently, risk management is pivotal in formulating an effective roadmap for the IAKD industry. This approach enables the proactive identification, assessment, and mitigation of risks, thus ensuring the industry's sustainability and healthy growth given the highly volatile and cyber-vulnerable environment in which IAKD industry players operate. While there are significant challenges posed by the development of technology in the financial sector, Indonesia has been on the right track in accelerating digital transformation. Nevertheless, the utilization of this technology needs to be supported by improvements in digital infrastructure, innovation support, and the integration of sustainability principles. This is essential for Indonesia to build a more inclusive, efficient, and sustainable financial ecosystem. This roadmap has taken all of these factors into consideration to ensure sustainable growth and maximum contributions for all stakeholders.
Serangan siber merupakan bagian dari business as usual , artinya sangat mungkin terjadi dan tidak bisa dihindari. Untuk itu Manajemen risiko menjadi kunci dalam merumuskan roadmap industri IAKD yang efektif. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko secara proaktif, sehingga dapat memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan industri yang sehat mengingat pelaku industri IAKD beroperasi dalam lingkungan yang sangat fluktuatif dan rentan dengan serangan siber. Meskipun terdapat tantangan yang signifikan dari perkembangan teknologi di sektor keuangan, Indonesia telah berada di jalur yang tepat dalam mempercepat transformasi digital. Namun demikian, pemanfaatan teknologi ini perlu didukung dengan peningkatan infrastruktur digital, dukungan inovasi, dan integrasi prinsip keberlanjutan. Hal ini penting agar Indonesia dapat membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Peta jalan ini telah mempertimbangkan semua faktor tersebut untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kontribusi yang maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.
Gambar 4 : Jenis Serangan Siber yang Pernah Dihadapi oleh Anggota AFTECH. Sumber : Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024). Figure 4 : Types of Cyber Attacks Encountered by AFTECH Members. Source : Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) (2024)
33,6% 12,9% 6,8% 4,5% 4,5% 0,7% 0,7% 35,8%
Phising Malware Hacking Botnet Spoofing Generic Trojan Rat/Trojan Ransomware Lainnya
Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2024 - 2028
Roadmap for Developing and Strenghthening Financial Sector Technology Innovation, Digital Financial Asset, and Crypto Asset 2024 - 2028
6
7
Made with FlippingBook Digital Proposal Creator